Memuat isi artikel…
Studi Presepsi Pengguna Transjakarta Pada Koridor II (Pulogadung-Harmoni)
Memuat…
Abstract
Sebagai kota besar DKI Jakarta memiliki beberapa masalah perkotaan, salah satu diantaranya adalah masalah kemacetan lalu lintas di jalan raya. Pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.117 per hari atau sekitar 9 persen per tahun. Untuk mengatasi semakin meningkatnya kemacetan dan semakin buruknya sistem transportasi yang ada di Kota Jakarta, maka pemerintah menggagas untuk membangun BRT (Bus Rapid Transit) atau yang dikenal dengan sebutan busway atau bus Transjakarta. Metode analisis dalam artikel ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah analisis deskriptif kebutuhan pengguna transportasi. Bagian kedua adalah analisis ketersediaan pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah ke transportasi publik. Bagian ketiga aalah analisis kinerja transportasi public Transjakarta berdasarkan pada persepsi pengguna terhadap kualitas, kuantitas, dan eksternalitas yang timbul dari operasional Transjakarta. Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini yaitu bahwa kinerja pengoperasian Transjakarta sudah cukup optimal. Tingkat kebersediaan pengguna untuk beralih moda ke angkutan Transjakarta tergolong tinggi. Hal ini menunjukan peluang pengoperasian Transjakarta berdasarkan pandangan pengguna moda angkutan Transjakarta semakin diterima oleh pengguna.Kata kunci: Studi Persepsi, TransjakartaJakarta as a major city has some urban problems; one of them is the problem of traffic congestion on the highway. The number of private vehicles in Jakarta reached 1117 per day or about 9 percent per year. To cope with the increasing congestion and the poor transportation system in Jakarta city, the government initiated to build a BRT (Bus Rapid Transit) or known as busway or bus Transjakarta. The method of analysis in this article is divided into three parts. The first part is a descriptive characteristics analysis of public transport users need. The second part is an analysis of users of private vehicles and public transport willingness to switch to the public transport. The third part is an analysis of the performance of public transport Transjakarta based on user perceptions on quality, quantity, and externalities arising from the operation of Transjakarta. A conclusion of this article is that the performance of Transjakarta is optimal. The level of users
Research Intelligence
Data from OpenAlex ↗
Metrics
2
Citations
0.00
FWCIfield-weighted
52th
Percentilevs same year + field
Article
Work type
Open Access
Topics
Related Research
Citation Trend
1
2018
1
2019
Citation Timeline
| Year | Citations |
|---|---|
| 2019 | 1 |
| 2018 | 1 |
Semantic Profile AI-classified research signals
Core Domains
Secondary Topics
References
- Badan Layanan Umum Transjakarta, 2010. Data Jumlah Penumpang
- Badan Pengelola Transjakarta. 2006. Sarana dan Prasarana Busway
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 2010. Data UmumTransportasi Kota Jakarta
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 2010. Laporan evaluasi Busway Koridor I, II dan III
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 2010. Prasarana Busway Koridor II-III
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 2010. Program Pengembangan Pola Transportasi Makro Jakarta.
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 2010. Transportasi DKI Jakarta
- Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 110 Tahun 2003 tentang pembentukan, Organisasi dan Tata kerja Badan Pengelola Transjakarta Provinsi DKI Jakarta.
- Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 94 Tahun 2004 Tentang Pengoprasian Transjakarta
- Peraturan Daerah DKI Jakarta No.6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang DKI Jakarta 2010.
- Rancangan Peraturan Derah RTRW Provinsi DKI Jakarta 2010-2030
- Tamin, Ofyar Z. 2002. Perencanaaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: ITB.
- Warpani, Suwardjoko. 2002 Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: ITB.