Memuat isi artikel…
Pengaruh Frekuensi Dan Waktu Backwash Membran Terhadap Peningkatan Biomassa Pada Bioreaktor Membran
Memuat…
Abstract
Abstrak: Penyumbatan (fouling) membran terjadi pada penggunaan bioreaktor membran (BRM) saat mengolah zat warna azo, zat warna yang paling sering digunakan dalam industri tekstil. Hal tersebut terjadi karena biomassa yang digunakan dalam pengolahan tertahan di permukaan membran, saat membran melakukan penyaringan. Penyumbatan biomassa biasanya diatasi dengan melakukan pencucian (backwash), dimana frekuensi banyaknya dan lamanya waktu pencucian dapat dilakukan bervariasi sesuai kebutuhan membran untuk menghilangkan biomassa di permukaannya. Pada penelitian ini, BRM yang memiliki tiga tangki, yaitu tangki anoksik, kontak, dan stabilisasi serta saluran pembuangan yang disebut permeat dioperasikan dengan tiga variasi waktu filtrasi dan backwash yang berbeda. Perbedaan waktu filtrasi dan backwash yang dioperasikan pada bioreaktor membran membuat keadaan operasional BRM berbeda tiap variasinya sehingga lingkungan pengolahan akan otomatis berubah juga. Lingkungan pengolahan ini sendiri merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung kehidupan biomassa di dalam pengolahan sehingga perubahan lingkungan akan memberikan efek kepada kehidupan biomassa. Hal tersebut terlihat pada tiap variasi yang dioperasikan mempunyai perbedaan jumlah biomassa yang cukup signifikan satu sama lainnya. Perbedaan ini menandakan bahwa waktu filtrasi dan backwash memberikan pengaruh terhadap peningkatan biomassa di dalam suatu pengolahan dengan bioreaktor membran. Kata Kunci: Backwash, Peningkatan Biomassa, Penyumbatan, Waktu filtrasi dan Backwash Abstract: Membrane fouling found on membrane bioreactor (MBR) operated for the treatment of azo dye, the most common dye used in textile industry. This fouling phenomenon occurred because the biomass, which used in this treatment, restrained on membrane surface during the filtration process. Usually, this biomass fouling cleaned with operating backwash, which the frequency and duration can vary depend on needs to remove biomass from membrane
Research Intelligence
Data from OpenAlex ↗
Metrics
Topics
Related Research
Semantic Profile AI-classified research signals
Core Domains
Secondary Topics
Institution Network
-
Bandung Institute of Technology
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Jl Ganesha10 Bandung 40132 · Dissa Samatha · Agus Jatnika Effendi
References
- Choi H., Zhang Kai, Dionysiou Dionysios D., Oerther Daniel B., Sorial George A. 2005. Effect of permeate flux and tangential flow on membrane fouling for wastewater treatment. Separation and Purification Technology, 45, 68-78.
- Georgiou D., Metallinou C., Aivasidis A., Voudrias E., Gimouhopoulos K. 2004. Decolorization of azo-reactive dyes and cotton-textile wastewater using anaerobic digestion and acetate-consuming bacteria. Biochemical Engineering Journal, 19, 75-79
- Hong S.P., Bae T.H., Tak T.M., Hong S., Randall A. 2002. Fouling control in activated sludge submerged hollow fiber membrane bioreactors. Desalination, 143, 219-228.
- Judd, Simon. 2006. The MBR Book-Principles and Applications of Membrane Bioreactors in Water and Wastewater Treatment. Elsevier Ltd, New York.
- Metcalf, Eddy. 2003. Wastewater Engineering - Treatment and Reuse (3rd edition). McGraw-Hill, New York.
- Schoeberl Paul, Brik Mounir, Bertoni Marina, Braun Rudolf, Fuchs Werner. 2005. Optimization of operational parameters for a submerged membrane bioreactor treating dyehouse wastewater. Separation and Purification Technology, 44, 61-68.
- Zhang J., Padmasiri S.I., Fitch M., Norddah B., Raskin L., Morgenroth E. 2006. Influence of cleaning frequency and membrane history
