Arifin Arifin
Dasapta Erwin Irawan
Arif Susanto
Air panas bumi memiliki peluang mengandung logam berat (misal Boron). Bila terjadi pencampuran antara air panas dan airtanah dangkal, maka logam berat ini dapat mencemari sumber air masyarakat.Seperti umumnya warga Provinsi Jawa Barat yang tinggal di sekitar wilayah pegunungan, warga Desa Karanglayung dan Desa Cacaban di Kab. Sumedang, Jawa Barat, juga menggunakan mata air sebagai sumber air utamanya. Potensi masalah dapat timbul ketika sumber air tersebut lokasinya berdekatan dengan mata air panas Conggeang. Mata air ini juga terkenal sebagai objek wisata.Selama ini, memang belum pernah dipelajari secara khusus mengenai kondisi kesehatan warga dihubungkan dengan kualitas sumber air. Jika ternyata sumber airnya tercemar, maka dalam periode yang lama, bila dibiarkan, masyarakat dapat terkena penyakit seperti penyakit kulit, diare, dan hepatitis A. Oleh sebab itu, pemantauan kualitas airtanah dan penelusuran riwayat kesehatan masyarakat di kedua wilayah desa tersebut sangat penting.Selain dikaitkan dengan sistem panas bumi, dalam kegiatan PKM ini, kualitas air (di lapangan dan laboratorium), juga akan kami hubungkan dengan kandungan organiknya, yang biasa berasal dari pencemaran limbah domestik dan pertanian.Kami akan melaksanakan kombinasi metode survei kuantitatif dengan mengumpulkan berbagai data kualitas air dan metode survei kualitatif melalui wawancara dengan penduduk desa. Hasilnya akan kami gunakan untuk membuat material sosialiasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan metode sederhana bagaimana cara mengetahui kualitas airtanah. Materi ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat yang tinggal di kawasan gunungapi.Dari hasil kegiatan PKM, masyarakat dapat dibina, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran dan wawasan yang lebih baik tentang hubungan kualitas air dengan kualitas kesehatan.Kata kunci: air panas bumi, airtanah dangkal, kualitas airtanah, kesehatan
Read more