VOL. 1 NO. 2
Vol. 1 No. 2 (2020)
An interdisciplinary journal focusing on literacy, media, and cultural practices in contemporary society.
Publishing scholarly perspectives on literacy, media, cultural practices, identity formation, and the stories that shape contemporary human experience.
This journal is indexed and abstracted in leading academic databases.
Narasi: Jurnal Literasi, Media, & Budaya is a peer-reviewed scholarly journal dedicated to advancing critical perspectives on discourse, cultural studies, language, media, and visual culture. The journal provides an interdisciplinary platform for exploring how meaning, identity, knowledge, and cultural practices are produced, represented, and transformed within contemporary society.
Integrating discourse analysis, semiotics, media studies, hermeneutics, and cultural theory to examine contemporary social and cultural phenomena.
Publishing research that investigates language, communication, representation, visual culture, and the evolving relationship between media and society.

Browse recent volumes, current issues, and published article collections from this journal.
VOL. 1 NO. 2
An interdisciplinary journal focusing on literacy, media, and cultural practices in contemporary society.
Explore selected research articles based on editorial recommendation, readership engagement, and scholarly impact.
View All NewsResearch Article
Aplikasi TikTok merupakan aplikasi dengan fitur penyuntingan video dan musik yang dapat dimanfaatkan penggunanya untuk membuat konten tertentu. Di Indonesia, TikTok menjadi salah satu aplikasi pengisi waktu luang masyarakatnya untuk kepentingan pribadi. Penelitian ini berfokus pada analisis salah satu pengguna TikTok dengan nama akun @adyroswady72, yang memanfaatkan fitur TikTok selama masa PSBB wabah Covid19. TikTok yang lekat dengan anak muda menjadi sebuah tantangan bagi @adyroswady72 untuk memasukinya. Akan tetapi, media sosial sebagai ruang siber mampu memperluas identitas diri yang sulit untuk dilewati di dunia nyata, khususnya usia. Metode kualitatif deskriptif serta teori identitas sosial digunakan untuk melihat konstruksi identitas bapak @adyroswady72, guna mengetahui sejauh mana bapak @adyroswady72 memperluas identitasnya di dalam TikTok. Hasil penelitian menemukan bahwa bapak @adyroswady72 berhasil mengonstruksi identitasnya di dalam TikTok, melalui konsistensi pembuatan konten dance serta video transisi selama masa PSBB wabah Covid19. Perluasan identitas bapak @adyroswady72 dengan kreatifitasnya menjadi bukti bahwa TikTok tidak hanya diperuntukkan bagi anak muda saja, namun untuk berbagai kalangan.Kata Kunci: TikTok, Media Sosial, Konstruksi Identitas, Cyberspace.
ABSTRAK Kegiatan mendaki gunung distereotipekan sebagai kegiatan laki-laki karena memiliki banyak risiko tinggi, bahaya dan rintangan dalam kegiatannya. Namun demikian, popularitas kegiatan mendaki gunung meningkat secara signifikan setiap tahunnya di Indonesia. Hal ini pun selaras dengan jumlah kecelakaan, bahkan kematian yang terjadi akibat pendakian. Kesediaan para pendaki gunung untuk menerima tantangan dengan menanggung segala risiko yang ditimbulkan disebut sebagai dorongan pencarian sensasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran sensasi pada pengalaman pendaki perempuan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab pertanyaan penelitian. Teori yang digunakan adalah pencarian sensasi yang dikemukakan oleh Zuckerman (2007) dan pengambilan risiko (Langewisch & Frisch, 1998). Hasil dari penelitian ini adalah sensasi yang dialami oleh pendaki gunung perempuan dalam komunitas Wanita dan Gunung tergambar melalui dua aspek besar yaitu pencarian gairah dan petualangan dan pencarian pengalaman baru. Penggambaran tersebut merupakan bentuk upaya penegasan olahraga pendakian sebagai olahraga unisex. Kata Kunci: Mendaki Gunung, Pencarian Sensasi, Perempuan, dan Olahraga Unisex.
Read morePenelitian ini mengeksplorasi dan menjelaskan gagasan bahwa individu dapat membuat pilihan gaya hidup yang membuat pernyataan tentang siapa mereka, melalui partisipasi mereka dalam aktivitas pada waktu luang. Pada waktu luang, menonton sepak bola membantu memenuhi keinginan individu mendapatkan perasaan-perasaan yang hilang di kehidupan sehari-hari. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang membuat menonton sepak bola menjadi sebuah kesenangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada sampel 10 orang yang menonton sepak bola pada waktu luang mereka baik di stadion maupun di televisi. Teori olahraga sebagai aktivitas pada waktu luang digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menonton sepak bola sebagai kegiatan pada waktu luang dibutuhkan untuk pencarian kesenangan. Faktor identifikasi diri,
Read moreABSTRAK Provinsi Lampung memiliki kesadaran akan potensi alam dan budaya sebagai destinasi wisata. Oleh sebab itu, dikembangkanlah berbagai destinasi wisata baru di daerah berjuluk "Sai Bumi Ruwa Jurai" tersebut. Proses mengenalkan diri dan upaya untuk mendatangkan wisatawan dilakukan dengan melakukan promosi yang efektif. Identitas visual berupa logo diharapkan mampu menjadi representasi semangat budaya dan pariwisata di Lampung. Logo dianggap sebagai senjata promosi yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan mengenalkan identitas yang diwakilinya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna logo pariwisata Lampung dengan menggunakan teori ikonografi dan ikonologi, serta analisis menggunakan teori logo. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data dengan teknik purposive sampling sehingga data sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil studi menunjukan bahwa logo pariwisata Lampung memiliki karakteristik dan unsur simbol budaya lokal yang kuat, melalui warna, siger, dan perpaduan komposisi bentuk. Logo ini relatif mampu memenuhi sembilan unsur logo yang baik. Logo pariwisata Lampung menggunakan simbol Siger jurai adat Saibatin yang memiliki ciri terdapat tujuh jeruji atau lekuk. Siger ini divisualisasikan dalam bentuk stilasi mahkota adat yang berbentuk lekukan pita dan dikombinasikan dengan warna yang identik dengan seluruh lambang daerah Lampung; yakni warna hijau, biru, putih, emas, dan merah. Warna-warna tersebut mewakili semangat budaya lokal dan juga merepresentasikan potensi alam, budaya, dan juga filosofi masyarakat yang dimiliki. Pemilihan simbol Siger jurai adat Saibatin sebagai aksen utama pada logo, mengandung makna bahwa destinasi pariwisata alam terbanyak di Lampung terdapat di daerah Lampung Barat dan Lampung Selatan yang juga menjadi bagian dari jurai adat Saibatin. Peran Siger jurai adat Saibatin pada logo tersebut mewakili semangat keadaerahan, rasa hormat yang mendalam dan juga pengakuan oleh masyarakat dan pemerintah terhadap simbol Siger sebagai bagian dari identitas masyarakat Lampung. kata kunci: logo, Lampung, pariwisaya, budaya
Read moreDewan editor yang berdedikasi pada kualitas, integritas, dan kemajuan pengetahuan.
Browse recently published journal volumes and issues.

