VOL. 1 NO. 2
Vol. 1 No. 2 (2023)
KATARUPA – Jurnal Literasi Budaya Visual is a peer-reviewed, open-access journal by Institut Teknologi Bandung focusing on interdisciplinary research in visual culture, media, and communication.
A scholarly platform for exploring visual literacy, cultural representation, identity, media, and contemporary visual practices.
Trusted by researchers, reviewers, and academic institutions worldwide.
This journal is indexed and abstracted in leading academic databases.
KATARUPA publishes peer-reviewed research exploring visual literacy, cultural representation, identity formation, media practices, and visual communication. The journal serves as an interdisciplinary platform for understanding how visual culture shapes meaning, knowledge, and contemporary society.
Research on visual practices, cultural expressions, symbolic meanings, and contemporary visual phenomena.
Connecting visual literacy, media studies, cultural studies, communication, design, and social sciences.

Browse recent volumes, current issues, and published article collections from this journal.
VOL. 1 NO. 2
KATARUPA – Jurnal Literasi Budaya Visual is a peer-reviewed, open-access journal by Institut Teknologi Bandung focusing on interdisciplinary research in visual culture, media, and communication.
Explore selected research articles based on editorial recommendation, readership engagement, and scholarly impact.
View All NewsResearch Article
Artikel ini menunjukkan pergeseran fenomena budaya foto polaroid dari era analog ke era digital dan dampaknya terhadap pembentukan citra. Polaroid telah menjadi simbol kuat dengan kemampuan menghasilkan foto instan yang dapat dilihat langsung secara fisik. Dengan kemajuan teknologi digital, fotografi polaroid masih diminati dan mampu beradaptasi hingga saat ini. Perkembangan kamera digital dan aplikasi smartphone memungkinkan pengguna memotret dan mengedit gambar secara instan dengan tetap menggunakan citra polaroid sebelumnya. Hal ini mengarah pada munculnya pergerakan revolusi kultur visual polaroid dalam bentuk filter digital dan platform media sosial yang tetap mengapresiasi estetika foto polaroid. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini memperlihatkan perkembangan foto polaroid dari analog ke digital sehingga membentuk citra dalam modernitas budaya. Penelitian ini membentuk wawasan baru terhadap pergeseran teknologi dapat memengaruhi makna dan persepsi terhadap foto polaroid saat ini.kata kunci: citra, budaya, makna, polaroid This article aims to show the shifting process of the cultural phenomenon of Polaroid photography from the analog era to the digital era and its impact on image production up to the present day. Polaroid has become a strong symbol with its ability to produce instant photos that can be seen physically. With the current advancements in digital technology, Polaroid photography has undergone significant changes in creating its meaning. The development of digital cameras and smartphone applications allows users to easily capture and edit images instantly while still adapting the previous Polaroid image. This has led to the emergence of a visual cultural revolution movement in the form of digital filters and social media platforms that continue to appreciate the aesthetics of Polaroid photos. Through a qualitative approach, this article will analyze the process of Polaroid photo development from analog to digital, thus shaping the image in cultural modernity. This research will also provide new insights into how technological shifts can affect the meaning and perception of Polaroid photos today.Keywords: image, culture, meaning, polaroid
Kajian makalah ini bertujuan untuk menganalisis citra Kartu Tarot “Nusantara” di masyarakat Indonesia. Kartu Tarot “Nusantara” adalah suatu variasi kartu tarot yang dikembangkan dengan menggabungkan simbol-simbol budaya dan tradisi Indonesia ke dalam interpretasi tarot. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi cara kartu tarot ini dipahami, diterima, dan diinterpretasikan oleh masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan kajian literatur. Data yang diperoleh dari wawancara tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan Sweta Kartika dan Hasyim A. Fachri yang merepresentasikan nusantara dalam kartu tarot. Namun, budaya yang digunakan didominasi budaya Jawa dari sisi visualnya (ilustrasi dan warna) sehingga kartu ini masih belum bisa mewakili “nusantara” secara keseluruhan.kata kunci: tarot, citra, persepsi, warna, ilustrasi. This literature review aims to analyze the image of the “Nusantara” Tarot Card in Indonesian society. The “Nusantara” Tarot Card is a variation of the Tarot Card that was developed by combining Indonesian cultural symbols and traditions into the Tarot interpretation. This research was conducted to explore how Tarot Cards are understood, accepted and interpreted by Indonesian society. The research method used was qualitative, with data collection techniques in the form of questionnaires and literature reviews. The data obtained from the interviews was then analyzed using content analysis. The results of this research show the success of Sweta Kartika and Hasyim A. Fachri who represent the archipelago in tarot cards. However, the culture is dominated by Javanese culture in terms of visuals (illustrations and colors), so this card still cannot represent the “archipelago” as a whole.Keywords: tarot, image, perception, colors, illustration
Read moreGod Enel merupakan karakter antagonis utama dalam Arc Skypiea pada manga One Piece yang memiliki citra sebagai sosok dewa. Desain karakternya digambarkan memiliki beberapa kesamaan dengan unsur kebudayaan Indonesia di antaranya anatomi telinga panjang yang memiliki kesamaan ciri dengan tradisi Telingaan Aruu dari suku Dayak, motif pada pakaian yang digunakan menunjukkan kesamaan pola dengan motif batik Parang dari Jawa Tengah, hingga penggambaran salah satu panel ekspresi wajah yang memiliki kemiripan dengan ukiran pada Gua Gajah di Bali. Kajian ini bukan sekadar menemukan kesamaan visual antara karakter Enel dengan unsur kebudayaan yang ada di Indonesia, melainkan juga me maparkan relasi dari representasi unsur kebudayaan tersebut dengan sifat dan karakteristik dari karakter ini. Penulisan kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten serta pendekatan intertekstualitas. Temuan dalam kajian ini menunjukkan bahwa unsur kebudayaan Indonesia yang diterapkan dalam karakter tidak hanya menunjukkan kesamaan visual, tetapi juga makna dan sejarah kebudayaan yang direpresentasikan berhasil memperkuat citra Enel sebagai dewa dalam memerankan karakter antagonis. Kata Kunci: intertekstualitas, kebudayaan, manga, One Piece, pepresentasi God Enel is the main antagonist in the Skypiea Arc of the One Piece manga, portrayed as a god. His character design is depicted as having several similarities to elements of Indonesian culture, including his long ears, which share characteristics with the Telingaan Aruu tradition of the Dayak tribe; his clothing motifs are similar to the Parang batik motif from Central Java; and the depiction of one of the facial expression panels bears a resemblance to carvings in the Elephant Cave in Bali. This study not only finds visual similarities between Enel
Read morePerkembangan tren desain terutama desain interior di media sosial menjadi penyebab masyarakat menjadi takut akan ketertinggalan dan berujung pada konsumerisme. Tren desain ini sudah merambah ke berbagai platform media sosial terutama TikTok yang tengah menjadi salah satu palform dengan pengguna yang banyak di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan website Exolyt dan pendekatan studi kasus dengan teknik nonprobablility sampling yaitu purposive sampling. Dari website exolyt didapat sejumlah 145 video dengan hashtag desain interior dalam rentang waktu September 2021- September 2022. Batasan kriteria yang digunakan yaitu video influencer pada sosial media TikTok dan jumlah like ‘suka’ di atas 1000 hingga didapat 4 sampel dari 4 influencer yang berbeda dan paling relevan. Hasil dari penelitian membuktikan influencer memiliki pengaruh kuat terhadap respons penontonnya. Respons penonton yang juga merupakan target pasar terbagi menjadi tiga kategori: penonton yang tertarik terhadap konten video dan memiliki keinginan untuk memiliki desain/produk yang sama, penonton yang tertarik dengan konten dan bertanya terkait detail produk, dan penonton yang sudah menggunakan desain/produk interior yang sama dan berbagai informasi tanpa konteks, memberikan testimoni, maupun berbagai pengalaman berupa saran kepada calon pembeli. Lima pronsip dromologi juga sesuai dengan realita dari fenomena ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konten yang diberikan mampu secara efektif serta efisien memengaruhi perilaku masyarakat dan berarti berhasil memperluas target pasar baru. Sayangnya, terdapat kemungkinan buruk terkait prinsip dromologi, yaitu konsumerisme yang tidak ada habisnya dan tidak terkendalinya orisinalitas informasi dalam konteks iklan barang maupun jasa.kata kunci: konsumerisme, interior, dromologi, teknologi informasi, tren, TikTok. The development of design trends, especially interior design on social media is causing people to fear being left behind and leading to consumerism. This design trend has spread to various social media platforms, especially TikTok, which is currently one of the platforms with many users in Indonesia. The research method used is a quantitative descriptive analysis using the Exolyt website and a case study approach using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. From the exolyt website, 145 videos with the hashtag interior design were obtained in the period September 2021- September 2022. The criteria used were influencer videos on TikTok social media and the number of likes above 1000 to obtain 4 samples from 4 different and most relevant influencers. The results of the research prove that influencers have a strong influence on the audience
Read moreA multidisciplinary editorial board with expertise in peer review, publication ethics, and research dissemination.
Browse recently published journal volumes and issues.

